Home Game 5 Game Konsol Terbaru 2019

5 Game Konsol Terbaru 2019

5/5 (1)

5 Game Konsol Terbaru 2019 – Bulan oktober di 2019 sudah di depan mata. Bulan september lalu telah diramaikan dengan game horor, game remaster dari salah satu pengembang yang dikenal dengan game-gamenya yang sulit dan dengan kehadiran game konsol rilisan September 2019.

Ditahun ini ada banyak sekali developer besar mengeluarkan game game terbaru mereka, mereka saling bersaing untuk menjadi game terbaik.

Di bulan oktober ini, kalian bakal mendapatkan seri terbaru dari dua waralaba game perang terpopuler. Supaya tidak penasaran, mending kalian simak daftar Game Konsol Terbaru Oktober berikut ini :

Tom Clancy’s Ghost Recon® Breakpoint

Di oktober 2019 ini, ada sedikit kejutan, Ubisoft ternyata mempersiapkan sebuah game shooter militer dengan fokus multiplayer lain di tahun yang sama. Menjadi sekuel dari Wildlands yang sempat dilepas beberapa tahun yang lalu, mengamini rumor yang sempat beredar sebelumnya, Ubisoft akhirnya resmi mengumumkan Tom Clancy’s Ghost Recon® Breakpoint.

Mengambil setting sebuah kepulauan di Pasifik Selatan bernama Auroa, Ubisoft menjanjikan terrain beragam dari gunung bersalju hingga hutan hujan tropis yang lebat. Kelompok bernama “The Wolves” yang dipimpin oleh Colonel Cole D. Walker dipastikan adalah tokoh antagonis utama, dengan persenjataan yang lebih mutakhir.

Tom Clancy’s Ghost Recon® Breakpoint akan mengusung sistem cedera dimana damage kini tidak hanya akan berakhir dengan kematian saja, tetapi menghasilkan efek tertentu seperti gerakan yang lebih lambat dan efektivitas bertempur yang semakin rendah. Ubisoft juga menjanjikan sistem AI musuh yang lebih baik dan tangguh. Kerennya lagi? Ubisoft juga menyebut bahwa Breakpoint akan menjadi seri Ghost Recon pertama yang memiliki konten “Raids” di dalamnya.

Tom Clancy’s Ghost Recon® Breakpoint akan dirilis pada tanggal 4 Oktober 2019 mendatang untuk Playstation 4, Xbox One, dan PC.

Concrete Genia

Game Console Upcoming Oktober ini Berbasiskan Unreal Engine 4 yang digunakan untuk meracik pendekatan visual ala kartun yang kental, ini adalah game tanpa kematian dan darah. Concrete Genie justru menjadikan kuas dan seni sebagai media untuk menyampaikan cerita apapun yang hendak mereka tawarkan. ada sesuatu yang unik di dalam pengalaman yang berusaha ditawarkan oleh PixelOpus ini.

Ketika game lain menjadikan perang, darah, dan air mata sebagai tema utama dan daya tarik yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja, PixelOpus berusaha menjadikan Concrete Genie sebagai media cerita yang berbeda. Anda akan bermain sebagai seorang anak bernama Ash, yang sayangnya, menjadi seorang korban bully dari teman-temannya untuk alasan yang tidak jelas, Menemani hari-harinya adalah aktivitas melukis yang ia senangi, yang juga berujung dengan hadirnya sebuah kuas ajaib yang tentu lebih dari sekedar sebuah objek di tangan Ash.

Tidak hanya sekedar menggambar saja, Ash menemukan bahwa ia juga bisa “menyuntikkan” nyawa untuk makhluk yang ia gambar. Bahwa lukisan dua dimensi yang ia racik, berujung menjadi sebuah dunia baru yang hidup. Di sinilah Concrete Genie tampil menarik.

Sebuah kisah fiksi ala dongeng untuk kota antah-berantah dengan dunia lukisan yang hidup. Sebagian besar waktu permainan Anda akan dihabiskan untuk menerangi kembali kota yaitu Denska yang terbagi ke dalam beberapa zona yang ada dengan kuas ajaib Anda. Caranya Tentu saja, dengan melukisnya. Dengan hanya menggunakan satu tombol saja.

Ash bisa langsung masuk ke dalam mode melukis. Anda tinggal memilih gambar mana yang hendak Anda lukis, dan kemudian langsung menuangkan kebebasan gerak kuas Anda, baik dengan analog ataupun motion control DualShockers 4 begitu saja. Bergantung pada seberapa panjang Anda “menggores” kuas yang ada misalnya, maka hasil lukisan Anda juga akan punya ukuran dan bentuk berbeda. Hampir semua dinding di dunia gelap Ash, bisa Anda lukis.

Misi utama masih mirip dengan game kebanyakan seperti ini, dimana Anda harus menemukan cara untuk bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Di Concrete Genie, setidaknya dari sesi demo singkat yang kami jajal, halangan utama Anda terdiri dari dua hal: puzzle dan para bully yang terus mengejar. Untuk bisa menggerakkan cerita, Anda perlu membuat dan mendorong makhluk hidup yang Anda lukis tersebut (yang juga bisa Anda desain dengan bebas dan kerennya lagi, akan punya animasi dan geraknya sendiri) ke titik tertentu.

Uniknya pada sifat setiap makhluk yang ada, ketidaksengajaan Anda untuk menggambar dan menghiasi lukisan Anda justru bisa berakhir jadi bumerang. Menggambar apel terlalu banyak misalnya di satu dinding, bisa membuat monster yang memang menyenangi buah ini, untuk terus terdistraksi dan melupakan perintah Anda.

Proses gambar-menggambar dilakukan berdasarkan pola yang sudah ditentukan sebelumnya, yang jumlahnya bisa diperbanyak jika Anda mengumpulkan rangkaian kertas terbang yang tersebar di dunia Concrete Genie ini.

Walaupun berbasis pola, ia bisa disesuaikan dengan gerak kuas Anda, menghasilkan karya seni unik milik Anda sendiri. Di sesi permainan lebih jauh, mereka juga akan punya fungsi tertentu dan membantu perjalanan Anda.

Tantangan kedua tentu saja muncul dari segerombolan bully yang sepertinya tidak pernah lelah untuk mengganggu Ash. Aksi Ash untuk melukis dinding kota demi menggerakkan makhluk ajaib di dalamnya ini akan terus terancam dengan kelompok bully yang akan secara konsisten berusaha untuk mendorong dan membatalkan aksi melukis apapun yang sedang Anda jalani.

Jika terus dibully berkelanjutan, kuas Ash bisa dicuri dan kemudian dilempar jauh dengan arah tak jelas, yang notebene membuat Ash harus kembali mencari posisi kuas tersebut sebelum bisa melanjutkan cerita. Sayangnya, Ash tidak punya kemampuan untuk melawan balik.

Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan adalah melarikan diri ke tempat lebih tinggi menggunakan gerakan parkour standar yang ada. Di posisi tinggi sekalipun, Anda bisa tetap memicu tombol melukis untuk Ash dengan dukungan jarak yang terhitung cukup mumpuni.

Misi utama masih mirip dengan game kebanyakan seperti ini, dimana Anda harus menemukan cara untuk bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Di Concrete Genie, setidaknya dari sesi demo singkat yang kami jajal, halangan utama Anda terdiri dari dua hal: puzzle dan para bully yang terus mengejar. Untuk bisa menggerakkan cerita, Anda perlu membuat dan mendorong makhluk hidup yang Anda lukis tersebut (yang juga bisa Anda desain dengan bebas dan kerennya lagi, akan punya animasi dan geraknya sendiri) ke titik tertent

Seperti yang bisa diprediksi, makhluk ini tidak suka dengan kegelapan. Oleh karena itu, Anda harus melukis dinding-dinding di sekitarnya agar ia terus bergerak menuju titik tertentu untuk memicu progress. Di sinilah kesulitan muncul.

Sang makhluk terkadang punya permintaan spesifik soal bentuk lukisan seperti apa yang ia inginkan agar ia ingin bergerak ke dinding yang seharusnya. Uniknya? Tergantung pada sifat setiap makhluk yang ada, ketidaksengajaan Anda untuk menggambar dan menghiasi lukisan Anda justru bisa berakhir jadi bumerang.

Menggambar apel terlalu banyak misalnya di satu dinding, bisa membuat monster yang memang menyenangi buah ini, untuk terus terdistraksi dan melupakan perintah Anda. Proses gambar-menggambar dilakukan berdasarkan pola yang sudah ditentukan sebelumnya, yang jumlahnya bisa diperbanyak jika Anda mengumpulkan rangkaian kertas terbang yang tersebar di dunia Concrete Genie ini. Walaupun berbasis pola, ia bisa disesuaikan dengan gerak kuas Anda, menghasilkan karya seni unik milik Anda sendiri. Di sesi permainan lebih jauh, mereka juga akan punya fungsi tertentu dan membantu perjalanan Anda.

Makhluk hidup yang hidup dari kuas Ash punya kepribadian dan level interaktivas mereka sendiri. Tentu saja, ia juga akan menjadi kuncii rangkaian puzzle yang menghalangi Anda nantinya.

Tantangan kedua tentu saja muncul dari segerombolan bully yang sepertinya tidak pernah lelah untuk mengganggu Ash. Aksi Ash untuk melukis dinding kota demi menggerakkan makhluk ajaib di dalamnya ini akan terus terancam dengan kelompok bully yang akan secara konsisten berusaha untuk mendorong dan membatalkan aksi melukis apapun yang sedang Anda jalani.

Dengan semua konsep yang ia tawarkan, akan sangat bisa dimengerti bahwa terlepas dari begitu banyak misteri yang belum kami buka terutama dari sisi cerita, bahwa Concrete Genie memang tidak didesain untuk semua gamer.

Concrete Genie lebih diarahkan untuk pasar yang memang punya apresiasi khusus pada keberanian developer untuk mengambil resiko, sekaligus meracik sebuah game dengan pendekatan artistik yang kental di dalamnya.

Kami bisa melihat potensi dimana Anda bereksperimen dengan ragam pola dan gerak kuas, menciptakan karya seni Anda sendiri, dan berbaginya lewat sosial media. Game ini akan dirilis di Playstation 4, xbox dan PC oda tanggal 08/10/2019.

Plants vs. Zombies: Battle for Neighborville

Kamu akan bertempur di sebuah social region yang memiliki berbagai macam hub, di mana kamu bisa bertemu rekan baru atau tim baru. Kamu juga bisa mengkustomisasi karaktermu menjadi yang terunik. Satu hal yang menarik perhatian di sini ialah team-battlenya, yang mana kamu bisa bergabung dengan teman-temanmu untuk membuat space station yang nampak seperti sistem Megazord Power Rangers. Namun kamu harus berhati-hati, karena jika salah satu darimu hancur maka semuanya akan runtuh.

Terdapat 12 map yang bisa dimainkan. Funder Dome misalnya yang akan hadirkan team battle arena berisi tiga tim dalam satu arena. Kamu juga bisa bermain dengan 24 player dalam satu map.

Tak berhenti sampai di situ saja, banyak hal random yang bisa kamu lakukan di sini. Misalnya saja mengoleksi item, mengeksplorasi dunianya, lomba makan pie, hingga mungkin berteman dengan mesin cuci.

Beberapa karakter baru juga diperkenalkan. Mereka hadir dengan kemampuan uniknya masing-masing. The 80’s Action Hero misalnya yang mampu memanah musuhmu dan menaiki rocket launcher. Sementara Snapdragon akan mampu melempar homing fireball, dan Nightcap bisa menggunakan fung-fu untuk mengalahkan musuhnya.

Seperti seri sebelumnya, Battle for Neighborville juga akan hadirkan split-screen co-op di setiap mode. Plants vs Zombies: Battle for Neighborville akan dirilis tanggal 18 Oktober 2019 mendatang di PC, PlayStation 4, dan Xbox One.

Game Konsol Terbaru – WWE 2K20

Baru-baru ini, studio game Visual Concepts telah mengumumkan bahwa mereka akan menghadirkan update bagi moda permainan Universe Mode yang akan akan tersedia di WWE 2K20. Mereka akan menghadirkan sejumlah update yang didesain untuk memberikan kebebasan bagi gamers dalam berkreasi dalam moda permainan tersebut.

Perubahan signifikan pertama yang akan hadir di Universe Mode adalah peningkatan batas pertandingan. Batas pertandingan bagi kompetisi kecil dan besar akan ditingkatkan menjadi 9 pertandingan. Sementara itu, ajang Pay-per-View akan bisa menggelar 14 pertandingan, dua kali lebih banyak dari jumlah yang ada di WWE 2K19. Selain itu, gamers juga akan bisa memiliki kebebasan yang lebih luas dalam menyusun suatu promo. Sebanyak 3,400 dialog baru telah didesain untuk memberikan lebih banyak opsi bagi gamers dalam menyusun promo-promo kalian di dalam game.

Baca Juga :

Lebih lanjut, tiap ajang gulat bergengsi yang ada di WWE 2K20 akan menawarkan 7 gelar kejuaraan yang berbeda. Gamers juga akan bisa menyusun jalan cerita kalian masing-masing dengan sistem rival, yang berguna untuk menciptakan faksi-faksi yang berbeda didalam kompetisi gulat kalian. Faksi-faksi rival ini akan membuat nama para pegulat kalian menjadi lebih terkenal sehingga acara kalian akan lebih banyak mendapatkan perhatian publik. Selain itu, Visual Concepts, pihak pengembang game ini, juga telah menghadirkan 25 cutscene baru untuk meningkatkan kebebasan gamers dalam menyusun jalan cerita. Pihak pengembang juga telah mendesain ulang beberapa moda kompetisi yang ada seperti Mixed Tag Matches dan Championship Match. WWE 2K20 dijadwalkan untuk dirilis di PC, Xbox One dan PS4 pada tanggal 22 Oktober 2019.

Call of Duty: Modern Warfare

Sudah bukan rahasia lagi, bahwa setiap tahunnya kita akan bertemu dengan seri terbaru Call of Duty. Sistem rotasi membuat Infinity Ward lah yang bertanggung jawab untuk proyek di tahun 2019 ini. Banyak gamer yang berspekulasi soal kira-kira apa seri yang akan mereka angkat, namun sebagian besar bukti sepertinya mengarah pada fakta bahwa mereka akan membawa kembali seri Modern Warfare kembali ke permukaan. Diskusi terkait nama “Modern Warfare 4” sempat mengemuka, sembari diikuti pertanyaan soal karakter utama yang diusung. Namun informasi terbaru memperlihatkan arah yang berbeda.

Mode Ground War dengan 64 player Call of Duty Modern Warfare mungkin akan terasa baru bagi mereka yang hanya memainkan Call of Duty. Namun pada dasarnya mode ini hanyalah copy-paste dari mode Conquest seri Battlefield namun dengan killstreak rewards ala Call of Duty. Kamu akan bertempur dalam sebuah map yang cukup luas untuk merebut poin yang telah disediakan. Saat tulisan ini turun, Infinity Ward hanya merilis empat poin saja untuk direbut kala beta. Belum ada kejelasan apakah mereka akan menambah poin atau variasi mode baru dengan banyak player seperti Quick Play.

Sayang, tak seperti Cyber Attack, kamu tak bisa menghidupkan kembali rekan satu timmu. Yang membuat saya kecewa adalah killstreak yang membuat mode ini menjadi tak seimbang sama sekali dan terkesan broken.

Dijamin, kamu akan buta total karena map/radar adalah satu-satunya cara untuk membaca keadaan di game ini. Semua hanya akan tergantung dengan kemampuanmu, doa, dan berharap timmu tidak berisi sekumpulan orang yang baru bermain Call of Duty. Terlebih, jika satu dari mereka mengeluarkan helikopter atau harrier/v-tol, dijamin kamu hanya akan ingin berdiam diri di dalam bangunan.

Saya juga kecewa dengan tanknya yang sangat empuk untuk dihancurkan. Ia hanya membutuhkan dua roket untuk menghancurkannya. Membuat tank tak bisa menjadi pilihanmu saat ini. Terlebih kamu hanya bisa mengendalikannya dari perspektif orang ketiga saja dan tidak bisa melihat ke cockpit.

Semua user baik PlayStation 4 dan Xbox One yang menggunakan controller masih dicampurkan dengan user PC yang menggunakan keyboard. Membuat permainan sama sekali tidak balance mengingat tim kawan dan lawan akan tergantung dengan kemampuan masing-masing playernya meskipun menggunakan controller yang berbeda.

Sudah seharusnya Infinity Ward berlakukan crossplay device saat beta agar tidak terjadi hal seperti ini. Oke, mungkin banyak sekali kekecewaan untuk masalah teknis yang saya rasakan. Tapi karena ini masih dalam masa beta, maka tentunya kita bisa berharap bahwa servernya akan menjadi lebih baik saat dirilis nanti.

Activision kini menepati janjinya, dan Infinity Ward tak main-main untuk membuat gamenya. Jika tampilan visual sudah membuatmu terkesima, maka kamu akan merasakan bahwa suara senapan kini menjadi jauh lebih baik. Ia akan berubah sesuai tempat di mana ia ditembakkan. Dalam ruangan, maupun luar ruangan akan hasilkan suara yang lebih otentik dan bebas. Selain itu, recoil yang diberikan menjadi lebih realistis dibanding seri sebelumnya.

Beberapa map terasa revolusioner, namun terdapat berbagai sisi yang mana membuatnya tak seimbang, salah satunya adalah tempat-tempat gelap yang mungkin akan paksamu untuk meningkatkan brightness maupun contrast monitormu agar sudut-sudut tersebut terlihat dengan jelas. Game ini akan di rilis pada tanggal 25/10/2019 di playstation 4, xbox dan pc tentunya.

Itulah rekomendasi 5 Game konsol terbaru Oktober 2019, kunjungi terus liputan teknologi untuk mendapatkan rekomendasi game lainnya.

Nilai Kualitas Konten :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here